Berita
Barita Terbaru
Desa di Pinggiran Kota Siantar Masih Terisolasi | Desa di Pinggiran Kota Siantar Masih Terisolasi |
|
|
|
| Oleh Timnet | |
| Sunday, 12 August 2007 | |
|
Pematang Siantar, Simalungun.Net Indonesia sudah hampir 62 tahun usia kemerdekaannya. Namun, penduduk Desa Tanjung Pinggir, Pondok Sayur, Kota Pematang Siantar hingga kini masih belum merdeka. Jalan di wilayah ini masih tanpa aspal, pemukiman bagi 53 kepala keluarga juga sangat sederhana tanpa penerangan listrik dan jaringan air minum. Akibatnya, desa yang memang berada di pinggiran kota tersebut bagaikan. Mayoritas warga merupakan buruh bangunan dan kebun. Untuk menambah penghasilan warga memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami palawija dan pisang. Hasilnya dijual ke pasar. Warga Desa Tanjung Pinggir sudah beberapa kali mengajukan pemohonan kepada pemerintah kota agar desanya bisa berkembang seperti desa lain yang sudah menikmati listrik dan air minum. Bahkan, pejabat kota pun sudah pernah meninjau. Namun, para politisi yang dengan sejumlah janji manis saat kampanye tidak dapat ditagih. Warga kini hanya pasrah menanti pembangunan desa mereka. Untuk penerangan malam hari, warga masih menggunakan teplok. Genset pernah dipinjam dengan sewa Rp100.000. Namun, karena pembayaran seret, genset pun ditarik kembali. Untuk pengadaan air bersih, warga membuat kincir air untuk menampung air dari mata air berjarak 600 meter dari permukiman ke dalam tangki. Setiap keluarga ditagih Rp3.000 per bulan. Timnet |
|
| Update terakhir ( Thursday, 23 August 2007 ) |
| < Prev | Next > |
|---|



